201004/Sumbawa.-Melaksanakan pengabdian kepada masyarakat adalah salah satu kewajiban semua institusi pendidikan untuk berkontribusi langsung kepada msyarakat. Kajian dan riset di tataran universitas dapat dituangkan dalam bentuk kajian dan teknologi kepada masyarakat sasaran. Harapannya, keberadaan institusi pendidikan seperti Fakultas Teknobiologi (FTB) dengan visi dan misinya melaui tridarma pergurruan tingginya akan benar-benar bisa dirasakan oleh masyarakat. Dua hal pokok kegiatan pengabdian kepada masyarakat oleh FTB UTS yaitu:
1. Sebagai upaya konkrit dan tanggung jawab instansi untuk ikut mencerdaskan kehidupan bangsa.
2. Sebagai tempat menyalurkan berbagai temuan hasil penelitian/kajian yang dilakukan oleh perguruan tinggi.

Pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu tugas dan fungsi utama yang harus dijalankan oleh para dosen, sebagai tenaga fungsional di perguruan tinggi. Dari dua poin penting di atas, maka pengabdian kepada masyarakat harus ditempatkan pada posisi yang penting dan menjadi prioritas seperti halnya kegiatan pembelajaran dan penelitian. Dengan ini, FTB UTS mendorong dan memfasilitasi para dosen melakukan pengabdian masyarakat. Sejauh ini ada sejumlah peluang pengabdian kepada masyarakat yang dapat dimanfaatkan oleh para dosen, di antaranya adalah pengabdian masyarakat PPM yang didanai oleh KEMENRISTEKDIKTI, lembaga pengabdian masyarakat UTS, KKN TEMATIK UTS sebagai bentuk kerjasama lainnya dengan berbagai pemangku kepentingan. Untuk memperluas peluang para dosen melaksanakan pengabdian masyarakat, FTB UTS menawarkan kesempatan aktifitas pengabdian masyarakat khusus bagi para dosen yang ada di lingkungan UTS, melalui anggaran pendanaan Internal yang dikelola di fakultas masing masing.

Desa-desa sasaran KKN SINERGI Fakultas Teknobiologi UTS 2020 yang ditunjukkan dengan penanda lokasi berwarna merah

Kegiatan ini akan menjadi agenda rutin tahunan dan perlu terus ditingkatkan baik dalam kuantitas maupun kualitasnya. Dalam rangka mendukung pemerintah dalam mengurangi dampak COVID, Programpen gabdian masyarakat FTB UTS menyesuaikan dengan kondisi di daerah yaitu dengan membuat regulasi pengabdian secara offline dan online. Regulasi ini diatur dengan mengedepankan protokol pencegahan COVID-19 yang ada. Secara offline (luring) program ini menitik beratkan pada pemetaan potensi desa sedangkan secara online (daring) program ini menitikberatkan pada promosi desa. Ada tiga desa yang menjadi sasaran program KKN SINERGI ini yaitu Desa Marente, Batu Bangka dan Labuhan Jambu. Desa ini dipilih karena memiliki potensi yang representatif terhadap sumber daya alam dan keunikan Sumbawa. Demi melancarkan program KKN SINERGI, FTB didukung oleh beberapa Fakultas dengan lintas keilmuan yang berbeda seperti FIKOM, F.Psi dan fakultas lain di UTS. Harapannya, dengan lintas keilmuan yang berbeda desa bisa merasakan kebermanfaatan program ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *